Setelah membaca sebuah ayat dalam Kitab Suci yang berbunyi : “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya hilang?”, timbullah berbagai pendapat dari bermacam-macam orang.
Mahasiswa Fakultas Peternakan :
“Ya sudah, tidak apa-apa. Toh yang sembilan puluh sembilan ekor masih bisa beranak!”
Ahli Filsafat :
“Apalah artinya satu dibanding sembilan puluh sembilan?”
Ahli Ekonomi :
“Dalam hal ini prinsip ekonomi harus dipakai. Biaya untuk mencari mungkin lebih besar daripada harga domba yang hilang itu. Kalau saja yang hilang itu sepuluh ekor, bolehlah…”
Ahli Hukum :
“Karena yang satu itu minoritas, maka kita harus mengutamakan kepentingan yang mayoritas, yaitu yang sembilan puluh sembilan ekor!”
Tapi Yesus – Gembala Yang Agung – akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor dan pergi mencari seekor domba yang tersesat itu.