Seekor Domba yang Tersesat

Posted in Anecdote on 20091218 by arrow_405™

Setelah membaca sebuah ayat dalam Kitab Suci yang berbunyi : “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya hilang?”, timbullah berbagai pendapat dari bermacam-macam orang.

Mahasiswa Fakultas Peternakan :
“Ya sudah, tidak apa-apa. Toh yang sembilan puluh sembilan ekor masih bisa beranak!”

Ahli Filsafat :
“Apalah artinya satu dibanding sembilan puluh sembilan?”

Ahli Ekonomi :
“Dalam hal ini prinsip ekonomi harus dipakai. Biaya untuk mencari mungkin lebih besar daripada harga domba yang hilang itu. Kalau saja yang hilang itu sepuluh ekor, bolehlah…”

Ahli Hukum :
“Karena yang satu itu minoritas, maka kita harus mengutamakan kepentingan yang mayoritas, yaitu yang sembilan puluh sembilan ekor!”

Tapi Yesus – Gembala Yang Agung – akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor dan pergi mencari seekor domba yang tersesat itu.

12 comments after sex

Posted in N. Gasa L.™ on 20091217 by arrow_405™
  1. Aries : “Okay, let’s do it again!”
  2. Taurus : “I’m hungry–pass the pizza.”
  3. Gemini : “Have you seen the remote?”
  4. Cancer : “When are we getting married?”
  5. Leo : “Wasn’t I fantastic?”
  6. Virgo : “I need to wash the sheets.”
  7. Libra : “I liked it if you liked it.”
  8. Scorpio : “Perhaps I should untie you.”
  9. Sagittarius : “Don’t call me–I’ll call you.”
  10. Capricorn : “Do you have a business card?”
  11. Aquarius : “Now let’s try it with our clothes off!”
  12. Pisces : “What did you say your name was again?”

regard,

N. Gasa L.

Pelupa

Posted in Anecdote on 20091217 by arrow_405™

Andrew Kasparian adalah seorang yang sangat pelupa. Setiap hari jika ia pergi ke kantor dengan membawa payung, ia pasti lupa membawa turun payungnya dari bus kota. Pada suatu hari isterinya mengingatkan dia untuk kesekian kalinya.
“Andrew, harga payung cukup mahal, dan kamu harus membelinya setiap minggu. Ingat-ingatlah payungmu jika engkau akan turun dari bus!”

Maka ketika melihat sebuah payung dalam bus kota yang mengantarkannya pulang, Andrew segera mengambil dan membawanya ke rumah.

Dengan gembira ia memamerkan payung tersebut pada isterinya.
“Ini hari yang istimewa, aku tidak lupa membawa pulang payungku!” serunya dengan riang.

Tapi isterinya tertawa dan berkata :
“Andrew, engkau lupa bahwa tadi pagi engkau tidak membawa payung ke kantor. Jadi itu payung orang lain!”

Lupa adalah ciri khas manusia. Tapi melupakan kesalahan orang lain adalah ciri khas Kekristenan.

Allah adalah Mahakasih. Ia tidak mengingat-ingat lagi kesalahan-kesalahan umatnya. Justru pada saat kita masih ingat akan dosa kita, Allah sudah melupakannya.

Rasul Paulus berkata :
“Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” (Flp. 3:13).