Home > The Story of Ants > Lingkaran Hidup Semut

Lingkaran Hidup Semut


Seperti serangga lainnya, seekor semut menjalani serangkaian perubahan tubuh yang rumit sepanjang hidupnya; dari telur sampai menjadi semut dewasa. Proses ini disebut metamorfosis, yang berarti tahap-tahap dalam hidup serangga, dimana bentuknya sama sekali berbeda dengan bentuk sebelumnya.

Lingkaran hidup dimulai saat semut ratu menerima sperma dari semut jantan. (Sperma ini dapat tetap aktif di dalam tubuhnya untuk beberapa tahun).

Ratu ini menggali lubang dan meletakkan sekelompok telurnya yang pertama. Kemudian telur ini berkembang menjadi larva yang tak berdaya, tanpa kaki dan dengan kepala yang sangat kecil. Mereka dipelihara dan diberi makan oleh sang ratu sampai mereka menjadi kepompong dan berubah menjadi semut pekerja yang dewasa, yang segera mengambil alih tugas pengasuhan semut. Kini sang ratu bertelur lebih banyak lagi, membuahi beberapa dengan sperma sedangkan yang lain tidak dibuahi. Pekerjaan yang sesungguhnya dari suatu sarang telah dimulai.

Telur-telur itu berubah menjadi larva, dipelihara dan diberi makan oleh semut pekerja yang baru. Karena mereka tidak dapat mengurus diri sendiri, maka pemberian makan dilaksanakan dengan paksaan, yaitu semut pekerja memuntahkan kembali makanan yang telah ditelannya langsung ke dalam mulut larva itu. Bilamana larva-larva itu telah sepenuhnya tumbuh, mereka lalu memintal indung kepompong bulat telur menyelimuti dirinya sendiri, dan tahap metamorfosis berikutnya mulai. Dengan sangat lambat semut-semut yang sedang berkembang itu menjadi pupa (tumbuh menjadi bentuk dewasanya) di dalam indung kepompong. Apa yang disebut “telur semut” dan yang dijual di toko binatang sebagai makanan ikan emas tidak lain adalah indung kepompong ini.

Akhirnya pupa ini berkembang menjadi semut biasa, dan menerjang indung kepompong itu. Pada isyarat ini, semut pekerja yang merawatnya menggigit bungkus yang keras itu. Kemudian semut dewasa yang baru, merangkak keluar ke tengah masyarakat semut. Semut dewasa ini dapat semut jantan, pekerja, atau ratu, tergantung apakah telur-telur itu dibuahi atau tidak, dan juga tergantung dari jumlah pemeliharaan, perhatian, dan makanan yang telah diberikan kepada mereka selama pertumbuhannya. Yang jantan berasal dari telur yang tidak dibuahi, dan semut yang bakal menjadi ratu muda adalah mereka yang diberi makanan lezat ketika masih berupa larva.

Tahap terakhir dalam lingkaran ini telah tercapai. Semut pekerja memulai kehidupan barunya, bekerja demi kesejahteraan semut lainnya. Yang jantan makan dan istirahat sampai mereka siap kawin dengan ratu-ratu dari sarang lain, dan semut ratu yang baru mengumpulkan kekuatan sebelum mereka meninggalkan sarang untuk memulai koloni yang lain.

About these ads
Categories: The Story of Ants
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: