Home > The Story of Ants > Makanan Semut

Makanan Semut


Bila kau sedang berdarmawisata di suatu lapangan, cobalah letakkan di tanah sebentar kue yang kau bawa, maka kue itu akan segera dikerumuni oleh semut. Semut sangat doyan akan segala yang manis, walaupun mereka juga memakan berbagai jenis binatang kecil dan tumbuh-tumbuhan. Makanan yang paling manis yang mereka temukan di alam bebas adalah madu dan niktar, yang mereka kumpulkan dari tumbuh-tumbuhan dan mahluk-mahluk kecil.

Seperti serangga lainnya, semut selalu mencari makanan di luar sarang. Kadang-kadang mereka pergi begitu jauh, seraya meninggalkan jejak zat kimia agar mereka dapat menemukan jalan kembali ke sarangnya. Bilamana mereka bertemu dengan sesuatu yang dapat dimakan, mereka akan makan sebanyak mungkin sebelum kembali ke koloninya. Tapi tidak semua makanan itu mereka cerna, sebagian mereka bawa di dalam temboloknya, yaitu bagian tubuhnya yang bertindak sebagai perut. Semut pekerja lainnya akan menjemput mereka dilorong sarang, menggosokkan sungut mereka pada semut yang baru saja pulang itu, sehingga mereka memuntahkan kembali sebanyak mungkin makanan yang dipungutnya. Makanan ini dikumpulkan di dalam kubangan kecil di lantai terowongan itu. Makanan ini akan disantap oleh semut lain. Dan sebagian, pada gilirannya, akan memuntahkan kembali makanan itu pada sang ratu dan larva yang sedang berkembang di dalam ruangan larva. Kemudian semakin banyak lagi semut pekerja yang meninggalkan sarangnya, menelusuri jejak yang ditinggalkan oleh kelompok yang berhasil tadi. Demikianlah proses di atas berulang kembali.

Umumnya, semut adalah omnivora (memakan tumbuh-tumbuhan maupun binatang), namun beberapa adalah carnivora (hanya makan daging), dan lainnya adalah herbivora (hanya memakan tumbuh-tumbuhan). Secara berkelompok semut hutan menyerbu dan menyengat mangsa mereka, kemudian mencabik-cabiknya dengan giginya yang tajam menjadi bagian-bagian kecil. Potongan korban itu mereka bawa pulang ke sarang dengan mandibula dan temboloknya, untuk dibagikan kepada ratusan semut lain di dalam koloni. Koloni semut hutan yang mapan biasanya sudah mengikis habis mahluk-mahluk kecil dalam wilayah cukup luas di sekitarnya, sehingga mereka perlu senantiasa mengembara mencari makanan lebih jauh lagi dari sarang mereka.

About these ads
Categories: The Story of Ants
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: