Archive

Archive for the ‘Indonesian Picture’ Category

Nikita Willy


Nikita Purnama Willy atau Nikita Willy (lahir di Jakarta, 29 Juni 1994; umur 17 tahun) adalah aktris Indonesia.

Karier

Nikita memulai karier di dunia hiburan Indonesia sejak usia 6 tahun, melalui sinetron Bulan Bintang. Nikita memiliki darah Minang. Ia mulai dikenal publik, ketika berperan dalam sinetron Roman Picisan bersama Evan Sanders. Selain itu ia juga mulai merambah ke dunia menyanyi.

Read more…

Advertisements
Categories: Indonesian Picture Tags:

Chelsea Olivia


Chelsea Olivia Wijaya (lahir di Bandar Lampung, 29 Juli 1992; umur 18 tahun) adalah seorang aktris Indonesia. Chelsea merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Karier

Awal karier sinetron

Pertama kali terjun di dunia model dan sempat membuat album untuk anak-anak. Setelah tergabung ke dalam Indika Intertainment dia mendapatkan peran dalam Sinetron Matahariku. Mulai dikenal publik sejak membintangi sinetron Cincin. Setelah itu tawaran bermain sinetron dan iklan berdatangan kepadanya. Namanya semakin dibicarakan setelah membintangi Sinetron Buku Harian Nayla.

Berkecimpung dalam film dan musik

Selain bermain sinetron, Chelsea yang beragama Protestan sedang disibukkan bernyanyi bersama BBB (Bukan Bintang Biasa) yang beranggotakan para pesinetron muda seperti: Laudya Chintya Bella, Raffi Ahmad, Dimas Beck dan Ayushita dibawah bimbingan penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw. Rencananya grup BBB juga akan mengisi Soundtrack film layar lebar yang berjudul Bukan Bintang Biasa tersebut.[1]

Kisah cinta

Sinetron Buku Harian Nayla mempertemukannya dengan Glenn Alinskie yang juga artis pendatang baru yang kini menjadi kekasihnya. Glenn dan Chelsea dikabarkan resmi pacaran satu hari sebelum ulangtahun Chelsea yang ke-15 tanggal 28 Juli 2007, setelah sebelumnya menjalin hubungan dengan Ricky Harun.

Read more…

Asmirandah


Asmirandah Zantman (lahir di Jakarta, 5 Oktober 1989; umur 22 tahun) adalah seorang aktris sinetron Indonesia yang memiliki darah Belanda dari ayahnya dan beragama Islam. Ayahnya bernama M. Farmidji Zantman dan ibu Sani Suliwati, yang berasal dari Garut. Ia memulai karier di dunia hiburan tanah air lewat sinetron Kawin Gantung. Selain itu ia mulai dikenal khalayak luas sejak membintangi beberapa sinetron seperti Inikah Rasanya? dan Cinta SMU 2. Setelah itu gadis yang akrab disapa Andah ini diajak ikut bermain di beberapa judul sinetron lain. Selain bermain di sinetron, Asmirandah juga sudah membintangi beberapa produk iklan seperti: Gery Cokluut, Gery Saluut, XL, Rexona,Suzuki Spin dan AC Sharp

[sumber]

Categories: Indonesian Picture Tags:

Glenn Alinskie


Ralph Glenn Alinskie (lahir di Jakarta, 19 Oktober 1988; umur 23 tahun) adalah seorang pemeran sinetron Indonesia. Glenn yang beragama Katolik ini menjalani pendidikannya di Bartley Secondary School, Singapura. Ia merupakan blasteran Thailand-Cina-Indonesia. Nama orangtuanya adalah Richard Alinskie dan Linda. Dari kecil, Ia sudah berminat dalam dunia akting. Kariernya dimulai sejak ia menjadi juara III Top Guest Aneka 2006. Pertama kali, artis yang mengaku hobi main gundu ini muncul di sinetron Pangeran Penggoda sebagai Alan, namanya mulai dikenal oleh masyarakat umum. Namun, namanya mulai benar-benar dikenal umum setelah berperan di Buku Harian Nayla sebagai Moses bersama Chelsea Olivia. Kebanyakan sinetronnya diproduksi oleh Sinemart.

[sumber]

Mey Chan


Mey Chan (nama asli Dita Anggraini; lahir di Malang, Jawa Timur, 14 Mei 1986; umur 25 tahun) adalah anggota grup musik Duo Maia (yang dulu memakai nama Ratu) bersama Maia Estianty.

Biografi

Awal karier

Putri pasangan Tjipto Yuwono dan Emmy Agustin yang tinggal di Malang ini mengaku bermusik sejak usia 14 tahun. Mahasiswi Kristen Universitas Brawijaya Malang, Fakultas Ilmu Administrasi, angkatan 2004 ini juga piawai bermain beberapa alat musik, seperti kibor, gitar, bass, dan juga drum. Sebelum bergabung dengan Maia Estianty di MAIA, Mey telah beberapa kali bergabung dengan grup musik yang bermain dari kafe ke kafe. Mey tercatat pernah bergabung dengan Komet 14, yaitu grup musik bentukannya kala usiannya memasuki remaja. Disusul grup band Infinity, yang ditekuninya selepas tamat SMU. Lewat Infinity juga Mey Chan dikenal sebagai musisi profesional dengan penampilannya di sejumlah kafe. Mey kemudian membentuk Dimensi Baru Band bersama teman-temannya. Dan terakhir Mey Chan bergabung Punk Romance, yang sekitar Juni 2007 ditinggalkannya.

Duo Maia

Mey yang kini sedang cuti kuliah harus melalui audisi ketat sebelum akhirnya dipilih oleh Maia untuk mendampinginya. Rasa ngeri pun sempat menghinggapi Mey, sehingga dia ragu untuk menerima tawaran Maia. Selain nama besar Ratu dan Maia, Mey khawatir dengan tekanan dalam dunia entertain, apalagi saat itu Maia sedang disorot akibat masalah perceraian dengan Ahmad Dhani.[1] Namun akhirnya Mey bergabung dengan Maia dan merilis album di bawah bendera Duo Maia bertajuk Maia & Friends (2008). Namun peran Mey di album ini tidak maksimal, karena saat Mey gabung materi lagu sudah tersedia.[2]

[sumber]

Categories: Indonesian Picture Tags:

Dewi Perssik


Dewi Perssik yang mempunyai nama asli Dewi Murya Agung (lahir di Jember, Jawa Timur, 18 Desember 1985; umur 26 tahun) adalah seorang penyanyi dangdut Indonesia. Putri pasangan H. Moch Aidil (ayah) dan Hj. Sri Muna (ibu) ini mengaku mempunyai keturunan Tionghoa dari neneknya.

Karier

Dewi dikenal karena tembang Bintang Pentas. Nama Persik sendiri diberikan oleh manajernya, Pak Yogi, agar kariernya bersinar seperti buah persik yang di Cina dianggap sebagai buah pembawa keberuntungan. Sinetron yang pernah dibintangi Dewi antara lain Mimpi Manis dan Legenda eps. Nyi Ronggeng. Namun karier Dewi tak selalu mulus. Dewi yang terkenal dengan goyang gergajinya mulai mendapat kritikan atas aksi panggungnya yang seronok, serta pakaiannya yang minim dan ketat. Puncaknya adalah saat Dewi usai mengisi sebuah acara ulang tahun TPI yang digelar di Istora Senayan, 23 Januari 2008. Dada Dewi tiba-tiba diraba oleh seorang laki-laki. Saat itu Dewi mengenakan tank top warna putih dengan strip hitam. Sebelum menyentuh payudara Dewi, laki-laki tersebut iseng mencuri-curi gambar payudara Dewi dengan kamera handphone saat pedangdut seksi ini sibuk diwawancarai. Kejadian payudara Dewi yang menjadi konsumsi umum bukan baru pertama terjadi. Pada tahun 2005, gara-gara bergoyang terlalu ‘hot’ di sebuah acara SCTV, buah dada menggairahkan milik Dewi ikut menyembul. Kejadian itu hanya berlangsung beberapa detik.[1]

Tahun 2008 juga menjadi tahun “pencekalan” bagi Dewi. Pemerintah daerah yang pertama mencekal penampilan Dewi di daerahnya adalah Pemerintah Kota Tangerang. Pecekalan tersebut dimaksudkan guna menghindari kerawanan sosial dan berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 8 Tahun 2005 tentang pelarangan pelacuran di daerah itu.[2] Menyusul Tangerang, Walikota Bandung juga menyatakan mencekal Dewi Persik dan juga artis-artis yang goyangannya keterlaluan (mengundang syahwat).[3] Kemudian beberapa pemerintah daerah lain mengikuti seperti, Walikota Depok,[4] MUI Sumatera Selatan,[5] Bupati Sukabumi,[6] Bupati Probolinggo,[7] dan Walikota Balikpapan.[8]

Sayangnya, komentar Dewi seputar pencekalannya justru malah memperkeruh suasana. Dewi menganggap pencekalan tersebut mengekang kebebasannya dan hal itu adalah bagian dari pembunuhan karakter dan fitnah terhadap dirinya. Bahkan saat itu Dewi Persik menyampaikan ‘tantangannya’ untuk menuntut orang-orang yang memfitnahnya itu ke meja hukum.[9] Tak hanya itu, Dewi bahkan melontarkan kalimat bernada ‘ancaman’ kepada Walikota Tangerang.[10] Kontroversi pencekalan yang berlangsung selama berhari-hari di media mendapat perhatian dari Menpora Adhiyaksa Dault dan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta. Bahkan Menpora pun menelepon Dewi untuk meminta dia introspeksi diri.[11][12][13] Tak berapa lama, Dewi mengaku bersalah dan khilaf, meski dirinya tetap tidak akan mengubah goyangan erotisnya.[14]

Tak hanya penampilan panggung Dewi yang menuai kontroversi, film perdananya, Tali Pocong Perawan juga dianggap terlalu mengumbar aurat dan mengarah ke pornografi. Namun Dewi berdalih bahwa “semua itu ujung-ujungnya duit.”[15]

Setelah berpisah dengan Saipul, mereka memerankan sepasang suami istri dalam film “Setan Budeg” produksi Maxima Pictures.

[sumber]

Categories: Indonesian Picture Tags:
%d bloggers like this: