Archive

Archive for the ‘Anecdote #2’ Category

Dilema


“Pamanku bingung apakah ia akan membeli sepeda atau sapi.”

“Kupikir sebaiknya ia membeli sepeda, ‘kan lucu kalau ia ke mana-mana harus naik seekor sapi setiap hari?”

“Tetapi, hmmm, apakah tidak semakin lucu kalau ia setiap hari harus memerah susu dari sebuah sepeda?”

Manusia sering menghadapi dilema dalam mencari sekolah, pekerjaan, tempat tinggal, kendaraan, jodoh, dan lain-lain.

Namun dilema yang terpenting adalah menentukan SIAPA YANG AKAN KITA SEMBAH.

THE END

Advertisements
Categories: Anecdote #2

Ganti Rugi


Peternak sapi yang bernama Hokker tergesa-gesa memasuki gedung pengadilan. “Saya akan menuntut ganti rugi dari Jawatan Kereta Api sehubungan dengan sapi-sapiku!” katanya.

“Apakah kereta api itu telah menubruk sapi-sapi tuan?” tanya jaksa.

“Tidak! Kereta api sialan itu berjalan sebegitu lambat, sehingga banyak penumpangnya yang mencondongkan badan keluar dan memerah sapi-sapi saya.”

Tidak ada seorang pun yang mau menderita rugi.

Berusahalan untuk tidak merugikan orang lain.

Categories: Anecdote #2

Pencuri Yang Sial


Dobby seorang peternak yang dungu, bercerita kepada temannya.

“Seseorang telah mencuri sapiku dan kukira ia seorang pencuri yang sial.”

“Pencuri yang sial? Mengapa?”

“Sebab aku telah memerah habis susu sapi itu sebelumnya,” jawab Dobby.

Bagi Dobby, susu lebih berharga daripada sapi.

Bagi sebagian orang, berkat Tuhan lebih berharga daripada Tuhan sendiri!

Categories: Anecdote #2

Alasan Yang Aneh


“Demi penghematan dan kerukunan rumah tangga, aku telah membeli seekor sapi.”

“Alasan yang aneh!”

“Mengapa aneh? Alasan pertama karena harga susu naik terus dan alasan kedua untuk mencegah istriku ketemu setiap pagi dengan tukang susu mata keranjang itu!”

Biduk berlalu, kiambang bertaut.

Kalau sumber kekacauan disingkirkan, rumah tangga akan kembali harmonis.

Categories: Anecdote #2

Tempat Menyimpan Yang Baik


Di peternakan.

“Apakah cara yang terbaik untuk mencegah susu menjadi asam?”

“Simpanlah dalam kantong kulit yang masih berujud seekor sapi!”

Di manakah tempat yang terbaik untuk menyimpan harta kita?

Di surga!

Di sana ngengat dan karat tidak akan merusakkannya, pencuri tidak membongkar serta mencurinya, serta inflasi dan devaluasi tidak mempengaruhinya.

Categories: Anecdote #2

Memberi Pengertian


Pengarah acara televisi telah meminta Rob, seorang penghibur dan pawang singa, agar pertunjukkannya bersama singa-singanya di televisi diperpendek waktunya.

“Jadwal semula memang 30 menit, Rob,” kata pengarah acara. “Tapi karena ada acara lain yang amat penting maka kuminta pertunjukkanmu cukup 10 menit saja. Bukankah kau mengerti, Rob?”

“Aku pribadi tahu hal itu, tuan.  Tetapi bagaimana cara menerangkan hal tersebut kepada seekor singa?” jawab Rob dengan bingung.

Menerangkan kepada orang bebal sama sulitnya dengan menerangkan kepada seekor singa!

Categories: Anecdote #2
%d bloggers like this: