Archive

Archive for the ‘Anecdote’ Category

Pendeta dan Jemaat


Seorang pendeta tua merayakan ulang tahunnya yang ke 90.
“Selamant ulang tahun pak pendeta, semoga tahun depan saya masih dapat memberikan ucapan selamat kepada bapak!” kata seorang pemuda, anggota jemaat setempat yang ragu apakah pendetanya itu dapat mencapai usia ke-91.

Tapi jawab pendeta tua itu :
“Jangan takut anak muda, engkau masih muda dan tampak sehat untuk bertahan hingga tahun depan.”

Seorang jemaat berlari ke mimbar dan berbisik pada pendetanya :
“Pak pendeta, bagian belakang gereja terbakar. Kita harus cepat-cepat mengatasinya!”

Pendeta :
“Ssst, tunggu sebentar, kolekte sedang dijalankan!”

Seorang pendeta berkhotbah dengan penuh semangat. Suaranya menggelegar dan sekali-kali tangannya menghantam mimbar. Pada hantaman kesekian kali, menangislah seorang anak kecil di barisan depan. Maka sang ibu sibuk mendiamkan anaknya itu.
Pendeta :
“Tidak apa-apa bu, anak ibu tidak terlalu mengganggu saya kok!”

Read more…

Categories: Anecdote

Kehendak Tuhan


Seorang pemimpin Sekolah Alkitab merasa sudah tua dan akan mencari penggantinya. Lalu dipanggilnya 4 orang murid yang terpandai.
“Salah seorang dari kalian akan kupilih menggantikan aku, oleh sebab itu pergilah kalian selama 1 bulan dan perbuatlah sesuatu hal untuk kupertimbangkan.”

Maka ke-4 murid pun pergi, masing-masing berbuat apa yang terbaik untuk mereka.

Sebulan kemudian mereka dipanggil lagi.
“Coba masing-masing berilah laporan tentang apa yang telah kalian kerjakan.”

Murid pertama memberitahukan bahwa ia pergi menginjil ke suatu desa dan banyak orang bertobat.

Murid kedua menceritakan betapa ia telah mengarang sebuah buku rohani yang baik.

Murid ketiga berhasil mendirikan sebuah gereja di suatu kota.

Lalu tiba giliran murid keempat memberi laporan.
“Selama sebulan saya telah berdoa dengan sungguh-sungguh.”
“Hanya berdoa? Untuk apa?” tanya pemimpin Sekolah Alkitab tersebut dengan heran.
“Saya berdoa untuk mencari Kehendak Tuhan, apakah Tuhan benar-benar menempatkan saya sebagai pemimpin di Sekolajh Alkitab ini.”

Read more…

Categories: Anecdote

Membantu


Sojinka bekerja pada sebuah perusahaan besar. Boss Sojinka paling tidak senang melihat pegawainya menganggur pada jam-jam kerja.

Suatu hari setelah jenuh bekerja, Sojinka ngobrol dengan temannya. Tiba-tiba masuklah boss Sojinka memergoki mereka tidak bekerja pada jam kerja. Dengan marah ia berkata pada teman Sojinka :
“Apa yang sedang kamu kerjakan?”
“Tidak mengerjakan apa-apa, pak,” jawab teman Sojinka.
“Kalau kamu Sojinka. apa yang sedang kamu kerjakan di sini?”

Sojinka yang dituding menjawab dengan tenang :
“Seperti bapak lihat, saya sedang membantu dia.”

Ada orang Kristen yang nampaknya bekerja untuk Tuhan, tetapi sebenarnya tidak, karena apa yang ia kerjakan tidak berasal dari kehendak Tuhan, tetapi kehendak dirinya sendiri.

Hati-hatilah dengan pelayanan, apakah usahamu itu benar-benar untuk mengembangkan Kerajaan Allah atau mengembangkan karier pribadimu.

Categories: Anecdote

Merry Christmas and Happy New Year


Pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menubruk kapal lain yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tubrukan tersebut ke pengadilan.

Para saksi mata melihat bahwa kapal besar menubruk kapal kecil. Tapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tubrukan, kapalnya telah mengirimkan sinyal pada kapal kecil.

Hakim bertanya :
“Siapa yang bertugas mengirim sinyal?”

Seorang kelasi muda maju dan berkata :
“Saya, pak hakim.”

Hakim bertanya pada kelasi tersebut :
“Coba beritahu saya, isi sinyal yang saudara kirimkan.”

Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah :
“MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR.”

Pada bulan Desember banyak orang Kristen sibuk mempersiapkan kebaktian-kebaktian Natal dan melupakan pelayanan pekerjaan Tuhan lainnya.

Categories: Anecdote

Sepotong Keju


Ketika Leonardo baru berumur 5 tahun, pamannya datang mengunjungi ayahnya.

Pada saat makan malam, sang Paman yang amat suka makan keju mencari-cari makanan tersebut, tapi tak sepotong pun yang ia temukan di meja makan.
“Oh, maaf Angelo, aku lupa membeli keju padahal persediaan di rumah sudah habis,” kata ibu Leonardo.

Melihat hal itu, Leonardo segera berjalan ke dapur dan tidak lama kemudian datang dengan mambawa sepotong kecil keju Itali yang lezat. Kemudian diberikannya keju tersebut pada pamannya.

Sudah barang tentu sang Paman amat girang dan segera melahap keju itu. Lalu katanya sambil menepuk pundak Leonardo :
“Engkau sungguh menyenangkan, keponakanku. O ya, omong-omong dari mana engkau dapatkan keju yang lezat ini?”

Leonardo :
“Dari perangkap tikus di dapur, paman Angelo.”

Ciri khas anak kecil, apa yang dianggap baik baginya, seringkali merupakan hal yang buruk bagi orangtuanya.

Orang Kristen yang belum dewasa melakukan apa yang baik menurut kata hatinya, tapi Kristen yang dewasa tahu bagaimana menyukakan hati Bapanya.

Categories: Anecdote

Pendeta Cuma Sedikit


Setelah melayani Tuhan hingga tua, sang Guru meninggal dan rohnya tiba di surga. Di pintu gerbang surga, Yesus menyambutnya dengan sukacita lalu mengajaknnya masuk dan melihat-lihat suasana surga yang mulia.

Seorang pendeta meninggal dan rohnya pun tiba di surga. Di pintu gerbang surga, Yesus telah siap menyambutnya dengan wajah penuh sukacita, kali ini para malaikat ikut menyambut. Setelah itu diadakan pesta penyambutan yang meriah bagi pendeta tersebut.

Sang Guru yang merasa diperlakukan tidak adil protes kepada Yesus.

Maka Yesus pun berbisik pada sang Guru :
“Tenanglah, Surga patut bersukacita, karena orang yang seperti ini jarang bisa masuk surga.”

Suatu sindiran tentunya bagi orang yang menganggap dirinya lebih saleh dan suci daripada orang lain.

Bagaimana bisa terjadi bahwa seorang pendeta sampai tidak mendapat bagian di surga? Tidak lain karena kesombongan diri yang membuat ia jatuh.

Ingatlah akan peringatan Yesus :
“Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Luk. 12:48b).

Categories: Anecdote
%d bloggers like this: